Refleksi - Kami yang Berjuang Bersamamu Sampai Akhir
" Kami yang Berjuang Bersamamu Sampai Akhir " Kalimat itu tertulis di sebuah spanduk panjang. Di bawahnya berjajar ratusan foto wajah—lebih dari lima ratus karyawan—yang selama puluhan tahun menjadi bagian dari denyut hidup sebuah perusahaan elektronik di Depok. Wajah-wajah yang tidak sekadar datang untuk bekerja, tetapi tumbuh bersama waktu. Ada yang masuk ketika masih lajang, lalu menikah, membesarkan anak, bahkan kini telah menggendong cucu. Ada yang rambutnya dulu hitam legam, kini mulai memutih. Ada yang dulu datang dengan motor pinjaman, lalu perlahan mampu membeli rumah sederhana dari hasil kerja bertahun-tahun. Lebih dari separuh umur kami dihabiskan di tempat itu. Pabrik itu bukan sekadar bangunan berisi mesin dan target produksi. Ia adalah ruang tempat kami belajar bertahan hidup, belajar disiplin, belajar tentang persahabatan, dan tentang arti memperjuangkan keluarga. Di sana kami pernah tertawa bersama saat target tercapai. Pernah saling membantu ketika ada ...
