Sajak - Cinta yang Paling Sunyi
Adikku.....
Aku akhirnya mengerti:
tidak semua yang tumbuh harus segera dipetik.
Ada cinta yang tidak meminta disebut nama,
karena ia tahu, begitu dinamai, ia akan menuntut hak—
dan aku tidak ingin menuntut apa pun darimu.
Aku melihatmu bertambah tinggi bukan hanya oleh waktu,
tapi oleh luka-luka kecil yang kau simpan rapi.
Dan aku tahu, tugasku bukan mengisi ruang kosongmu,
melainkan memastikan ruang itu aman untuk kau isi sendiri.
Sering kali aku ingin jujur—
bukan padamu, tapi pada diriku sendiri.
Mengakui bahwa ada getar yang tidak lagi bisa kusebut sayang biasa.
Namun setiap kali getar itu muncul,
aku bertanya:
apakah kejujuran ini akan membebaskanmu, atau justru mengikatmu?
Jika jawabannya mengikat,
maka diam adalah bentuk kejujuran yang lebih tinggi.
Aku belajar dari waktu.
Bahwa ia tidak bisa dibujuk, tidak bisa dipercepat.
Bahwa setiap fase punya hukum sendiri.
Dan melompatinya—betapapun niatnya suci—
adalah bentuk kekerasan yang paling halus.
Aku tidak ingin menjadi lelaki pertama
yang membuatmu belajar tentang kehilangan.
Biarlah aku menjadi lelaki yang mengajarimu
bahwa ada kehadiran yang tidak menagih balasan.
Malam-malam tertentu aku kalah.
Aku duduk sendirian, mendengar detak jam
seperti menghitung jarak antara apa yang kurasa
dan apa yang kupilih.
Di sanalah aku sadar:
cinta bukan soal apa yang kurasakan,
tetapi apa yang rela kutunda.
Aku bisa saja pergi.
Bisa saja mencari hidup yang lebih ringan.
Tapi hidup tidak selalu meminta kita bahagia—
kadang ia hanya meminta kita bertanggung jawab.
Jika suatu hari kau berjalan menjauh dariku,
aku ingin itu karena kau memilih,
bukan karena aku menarikmu terlalu dekat
sebelum kakimu siap melangkah.
Dan jika suatu hari kau kembali—
bukan sebagai adik yang kujaga,
melainkan sebagai perempuan yang berdiri utuh—
aku ingin berdiri di hadapanmu
tanpa rasa bersalah, tanpa hutang batin.
Karena mencintaimu,
aku belajar satu hal yang tak diajarkan siapa pun:
bahwa menjaga
adalah bentuk cinta yang paling sunyi,
dan menunggu
adalah keputusan paling aktif
yang pernah kuambil dalam hidupku.
Depok, 20 Januari 2026
